Kompetisi di industri logistik dan pergudangan kian ketat. Pemainnya pun semakin banyak. Menghadapi itu, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau dikenal dengan BGR Logistics bertransformasi menjadi perusahaan logistik digital.

Dikatakan Direktur Utama BGR Kuncoro Wibowo, transformasi itu sebagai salah satu cara membedakan BGR dengan perusahaan logistik lainnya. Apalagi pemain industri logistik dan pergudangan terdiri atas swasta serta perusahaan milik negara yang memiliki anak usaha bergerak di bidang itu.

“Karena itu, kami mengubah tagline kami menjadi digital logistic company. Sekarang hampir semua lini bisnis kami menggunakan digital,” kata Kuncoro dalam “Coffee Morning BUMN” di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (18/12).

Dengan digitalisasi itu, kata Kuncoro, perusahaannya bisa menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi. Terlebih proses digitalisasi di BGR berjalan dengan cepat. Digitalisasi disebut Kuncoro sebagai salah satu cara aga tetap bertahan dalam industri logistik dan pergudangan.

“Kami di BGR berhasil terapkan ini dalam kurun waktu singkat, kurang dari setahun,” tambah Kuncoro.

Adapun layanan digital yang telah dijalankan BGR antara lain contact center, system integrator, dan command centre. Perusahaan ini juga meluncurkan aplikasi layanan logistik waste integrated solution untuk pasar ritel bernama BGR Access. BGR Access memungkinkan masyarakat untuk membuang barang bekas elektronik mereka yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi untuk didaur ulang oleh BGR.

BGR telah menggandeng Grab dan Triplogic sebagai picker yang bertugas untuk menjemput barang elektronik bekas yang telah diloak oleh pengguna BGR Access dan dititipkan kepada salah satu mitra BGR Access yang akan berfungsi sebagai tempat penitipan barang loak sebelum diambil langsung oleh tim logistik BGR untuk didaur ulang.

“Jadi sesuai inti bisnis kami sebagai perusahaan logistik, kami di sini berperan untuk menjemput barang elektronik bekas yang telah dititipkan kepada mitra kami untuk diangkut ke fasilitas peleburan kami,” kata Kuncoro.

Di tempat yang sama, Waste Product E-comm Manager BGR, Muhammad Ikhsan, mengatakan bahwa end-user BGR Access akan diberikan kompensasi atas barang bekas elektronik yang telah diloakkan kepada BGR langsung kepada saldo akun BGR Access pengguna yang dapat ditransfer kepada rekening bank pengguna.

“Kami juga akan bekerja sama dengan LinkAja agar dapat mentransfer saldo melalui platform mereka juga,” kata Ikhsan.

All copyrights for this article are reserved to Cukai Digital